Connect with us

Internasional

Iran Tangkap 30 Orang Terkait Kerusuhan Januari, Tuduh Didukung AS-Israel

Published

on

Ilustrasi Pasukan keamanan Iran dalam operasi penangkapan terkait kerusuhan

TEHERAN — Kementerian Intelijen Iran menangkap 30 orang yang disebut sebagai pemimpin utama, kaki tangan dan pelaku perusakan dalam kerusuhan yang terjadi pada Januari 2026. Penangkapan dilakukan di Kabupaten Mahallat dan Nimvar, Provinsi Markazi, menurut pernyataan resmi kementerian yang dikutip Press TV, Jumat (28/8/2026).

Kementerian Intelijen Iran menuduh para tersangka sebagai bagian dari jaringan yang didukung Amerika Serikat dan Israel. Namun, tuduhan tersebut merupakan klaim pemerintah Iran dan belum disertai bukti independen yang dipublikasikan untuk memverifikasi keterlibatan kedua negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Direktorat Intelijen Provinsi Markazi mengatakan operasi penangkapan dilakukan setelah menerima informasi dari masyarakat serta melalui pemantauan intelijen.

Dituduh Terlibat Pembakaran dan Perusakan

Menurut Kementerian Intelijen Iran, kelompok yang ditangkap diduga terlibat dalam aksi kekerasan dan perusakan selama kerusuhan Januari.

Mereka dituduh membakar serta merusak rumah warga, pusat perbelanjaan, bank, kendaraan pribadi dan kendaraan layanan darurat, gedung pemerintah hingga sejumlah masjid.

Kementerian tersebut juga menuduh para tersangka menyerang gerbong kereta, mengancam keselamatan penumpang dan menjarah toko-toko.

Dalam operasi itu, aparat disebut menyita sejumlah senjata tajam, termasuk pisau, kapak dan bilah lainnya. Aparat juga mengklaim menemukan alkohol dan narkotika dari para tersangka.

Namun, rincian mengenai barang bukti maupun keterlibatan masing-masing dari 30 orang tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebelumnya 70 Orang Ditangkap

Penangkapan terbaru bukan operasi pertama yang dilakukan aparat Iran di Provinsi Markazi terkait kerusuhan Januari.

Kementerian Intelijen menyebut 70 orang sebelumnya telah ditangkap di provinsi tersebut dalam perkara yang berkaitan dengan kerusuhan.

Secara nasional, otoritas Iran sebelumnya juga menyatakan sekitar 3.000 orang yang disebut memiliki hubungan dengan kelompok teroris telah ditangkap terkait kerusuhan. Angka tersebut merupakan pernyataan dari pejabat Iran dan tidak disertai rincian independen mengenai keseluruhan kasus tersebut.

Media IranWire, yang juga melaporkan penangkapan tersebut, menyebut Kementerian Intelijen mengumumkan penahanan 30 orang di Mahallat dan Nimvar. Media itu juga mencatat bahwa tuduhan mengenai perusakan fasilitas publik, masjid dan jaringan kereta api berasal dari pernyataan kementerian dan belum memiliki rincian independen.

Pemerintah Iran Sebut Kerusuhan sebagai Operasi yang Didukung Asing

Pemerintah Iran mengaitkan kerusuhan Januari dengan campur tangan asing.

Dalam narasi resmi Teheran, demonstrasi yang awalnya dipicu persoalan ekonomi dan kenaikan harga kemudian berkembang menjadi kekerasan setelah pemerintah menuduh adanya intervensi dari luar negeri.

Kementerian Intelijen Iran secara khusus menyebut para tersangka yang ditangkap di Markazi sebagai elemen yang didukung Amerika Serikat dan Israel.

Pemerintah Iran juga menuduh kerusuhan tersebut dimanfaatkan oleh pihak asing untuk menciptakan instabilitas di dalam negeri.

Tuduhan itu muncul dalam situasi hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang tetap sangat tegang setelah konflik dan berbagai aksi militer di kawasan.

Ancaman Hukuman Tidak Dibatasi Waktu

Kementerian Intelijen Iran memperingatkan bahwa kasus-kasus yang berkaitan dengan kerusuhan Januari tidak akan kedaluwarsa.

Dalam pernyataannya, aparat intelijen mengatakan kejahatan yang mereka atribusikan kepada para pelaku akan tetap dapat ditindak secara hukum meskipun waktu berlalu.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Iran masih mengejar orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas kerusuhan beberapa bulan setelah situasi di jalanan kembali relatif tenang.

Dari Protes Ekonomi Menjadi Kerusuhan

Gelombang protes yang kemudian berkembang menjadi kerusuhan bermula pada akhir Desember 2025 di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga.

Menurut laporan Press TV, demonstrasi awalnya berkaitan dengan persoalan ekonomi dan dimulai dari kawasan Grand Bazaar di Teheran sebelum menyebar ke sejumlah wilayah.

Situasi kemudian kembali memanas pada 8 dan 9 Januari 2026. Pemerintah Iran menyatakan demonstrasi berubah menjadi aksi kekerasan dan menuduh adanya campur tangan asing.

Pemerintah Iran selanjutnya mengumumkan bahwa situasi keamanan telah kembali terkendali pada pertengahan Januari.

Penangkapan Berlanjut Berbulan-bulan Kemudian

Penangkapan 30 orang di Markazi menunjukkan bahwa aparat keamanan Iran masih melakukan proses hukum terhadap orang-orang yang mereka anggap terlibat dalam kerusuhan Januari, meskipun peristiwa tersebut telah berlalu berbulan-bulan.

Bagi pemerintah Iran, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membongkar jaringan yang dituduh berada di balik kekerasan dan perusakan.

Namun bagi pengamat di luar Iran, perkembangan ini juga perlu dilihat dalam konteks penanganan pemerintah terhadap demonstrasi dan oposisi domestik. Identitas lengkap para tersangka, bukti yang digunakan dalam setiap perkara, serta proses hukum terhadap mereka akan menjadi faktor penting untuk menilai sejauh mana tuduhan yang disampaikan pemerintah dapat dibuktikan.

Untuk saat ini, fakta yang dapat dipastikan adalah bahwa Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 30 orang di Provinsi Markazi. Tuduhan bahwa mereka merupakan bagian dari jaringan yang didukung Amerika Serikat dan Israel, serta rincian kejahatan yang dituduhkan kepada mereka, masih merupakan klaim dari otoritas Iran yang belum diverifikasi secara independen.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Populer