Connect with us

Internasional

Iran Bantah Trump, Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Published

on

Kapal tanker melintasi Selat Hormuz di antara pegunungan pesisir

TEHERAN — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC Navy) membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Selat Hormuz telah terbuka. Teheran menegaskan jalur strategis tersebut masih berada di bawah kendali Iran dan kapal yang melintas tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran tetap tidak diperbolehkan lewat.

Pernyataan itu disampaikan IRGC Navy setelah Trump mengatakan bahwa Selat Hormuz telah terbuka dan Amerika Serikat memiliki kendali atas jalur pelayaran tersebut.

Dalam wawancara dengan Axios pada Kamis, 27 Agustus 2026, Trump bahkan menggambarkan situasi tersebut dengan mengatakan, “That sucker is open.” Ia juga mengatakan respons Iran terhadap operasi Amerika relatif lemah dan menyebut hal itu sebagai bagian penting dari perkembangan perang.

Namun, pernyataan Trump tersebut langsung berseberangan dengan posisi resmi IRGC Navy.

Dalam pernyataannya yang bertanggal 6 Shahrivar 1405 atau 28 Agustus 2026, IRGC Navy menyebut pernyataan pejabat Amerika mengenai keterbukaan Selat Hormuz sebagai “kebohongan terang-terangan” yang ditujukan untuk mengendalikan harga minyak dan menutupi kegagalan Amerika Serikat.

Iran menegaskan bahwa kendalinya atas jalur strategis tersebut masih bersifat menentukan.

“Dengan seluruh kekuatan dan kewenangan, Selat Hormuz ditutup bagi semua kapal yang bermaksud transit tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran.”

Dengan demikian, terdapat dua klaim yang bertolak belakang mengenai kondisi Selat Hormuz. Washington mengatakan jalur pelayaran telah terbuka dan operasi Amerika berhasil mengurangi kemampuan Iran untuk menghambat lalu lintas kapal. Sementara Teheran menyatakan kapal yang tidak berkoordinasi dengan Iran tetap akan ditolak.

Trump Klaim AS Kuasai Jalur Hormuz

Trump tidak hanya mengatakan Selat Hormuz terbuka. Menurut laporan Axios, ia juga mengatakan jutaan barel minyak masih mengalir melalui jalur tersebut setiap hari dan Amerika Serikat telah membersihkan ranjau dari jalur pelayaran. Ia menyatakan militer AS mampu mendeteksi kapal yang mencoba memasang ranjau dan segera mengambil tindakan.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga menyatakan bahwa jalur pelayaran internasional yang diakui di Selat Hormuz telah bebas dari ranjau laut Iran dan lalu lintas internasional mulai kembali bergerak. Axios melaporkan bahwa lebih dari 200 benda yang menyerupai ranjau telah disapu dari jalur utama, meskipun pejabat AS mengatakan hanya sebagian kecil yang benar-benar merupakan ranjau.

Namun, kondisi tersebut belum berarti lalu lintas kapal telah kembali normal.

Data pelacakan kapal yang dikutip Reuters menunjukkan hanya tujuh kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Kamis, 27 Agustus. Angka tersebut turun dari 17 kapal sehari sebelumnya dan berada jauh di bawah rata-rata 15 kapal dalam periode 10 hari.

Artinya, sekalipun Washington menyatakan jalur pelayaran telah terbuka, aktivitas pelayaran masih jauh dari kondisi normal sebelum perang.

Iran: Kapal Harus Koordinasi dengan Teheran

IRGC Navy menyatakan kebijakan pembatasan tersebut akan terus diberlakukan sampai apa yang disebutnya sebagai berakhirnya tindakan Amerika terhadap Iran dan sampai kewajiban yang telah disepakati dipenuhi.

Posisi ini juga sejalan dengan pernyataan pejabat Iran sebelumnya bahwa pembukaan kembali Hormuz masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan oleh Amerika Serikat.

Dalam perkembangan terpisah, Iran dan Oman dilaporkan tengah membahas kerangka pengaturan pelayaran di Selat Hormuz. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Tehran telah mencapai kesepahaman dengan Oman mengenai jalur pelayaran dan bahwa pembukaan kembali jalur tersebut berkaitan dengan pemenuhan komitmen Amerika Serikat.

Situasi ini menunjukkan bahwa istilah “terbuka” sendiri menjadi bagian dari perselisihan antara kedua pihak.

Bagi Amerika Serikat, terbukanya jalur berarti kapal dapat melintas melalui koridor yang dilindungi dan dikawal militer AS. Bagi Iran, pembukaan penuh tampaknya dikaitkan dengan terpenuhinya persyaratan politik dan keamanan yang ditetapkan Tehran.

Selat Hormuz Jadi Pertarungan Strategis

Perselisihan tersebut memiliki konsekuensi jauh melampaui persoalan navigasi.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut telah menyebabkan volatilitas harga minyak selama perang.

Axios mencatat bahwa ketika perang dimulai, harga minyak Brent berada di sekitar US$72 per barel, sebelum melonjak hingga sekitar US$126 per barel ketika lalu lintas melalui Hormuz terganggu.

Pada 28 Agustus, Reuters melaporkan harga Brent ditutup di sekitar US$89,31 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$83,40 per barel. Pasar masih memperhitungkan ketidakpastian mengenai kondisi Hormuz dan kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk memulihkan lalu lintas minyak.

Karena itu, pernyataan mengenai apakah Hormuz “terbuka” atau “tertutup” bukan sekadar perbedaan terminologi. Status jalur tersebut memiliki implikasi langsung terhadap pelayaran, pasokan energi, harga minyak dan tekanan ekonomi global.

Washington dan Teheran Sampaikan Dua Versi Berbeda

Untuk sementara, situasi di Selat Hormuz memperlihatkan paradoks.

Washington mengatakan jalur tersebut telah terbuka dan kemampuan Iran untuk mengendalikan lalu lintas telah melemah.

Teheran mengatakan jalur tersebut tetap ditutup bagi kapal yang tidak berkoordinasi dengan Iran.

Di lapangan, lalu lintas kapal memang masih berlangsung, tetapi volumenya jauh di bawah tingkat sebelum perang. Reuters mencatat hanya tujuh kapal komoditas yang terpantau melintas pada 27 Agustus.

Dengan demikian, perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada apakah Washington dan Teheran dapat mencapai pengaturan baru mengenai pelayaran di Hormuz—atau justru mempertahankan konfrontasi yang menjadikan jalur energi tersebut sebagai salah satu medan utama perang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Populer