Connect with us

Internasional

IRGC Klaim Tembak Jatuh Dua Drone MQ-9 AS di Selat Hormuz

Published

on

Drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat yang menjadi sasaran klaim penembakan IRGC di sekitar Selat Hormuz

TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh dua drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz pada Senin (31/8), ketika ketegangan militer antara Washington dan Teheran kembali meningkat.

Klaim pertama disampaikan IRGC pada Senin pagi. Menurut laporan Mehr News, sistem pertahanan udara IRGC menembak drone MQ-9 Reaper menggunakan rudal saat pesawat tanpa awak tersebut terbang di atas Selat Hormuz. Drone itu kemudian dilaporkan jatuh ke perairan Teluk Persia.

Beberapa jam kemudian, media Iran kembali melaporkan bahwa IRGC menembak jatuh MQ-9 Reaper lainnya di sebelah timur Selat Hormuz.

Mehr News menyebut drone kedua ditembak jatuh oleh pertahanan udara IRGC yang berada di bawah komando jaringan pertahanan udara terintegrasi Iran. Laporan tersebut menyebut insiden kedua terjadi pada Senin sore.

Laporan Anadolu Agency juga mengutip pernyataan IRGC mengenai drone kedua. Menurut laporan tersebut, IRGC mengatakan MQ-9 terdeteksi dan dihancurkan menggunakan sistem pertahanan udara baru milik Angkatan Dirgantara IRGC, yang beroperasi di bawah kendali jaringan pertahanan udara terintegrasi Iran.

Terjadi setelah serangan AS ke Larak

Klaim penembakan dua drone tersebut muncul sehari setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap dua peluncur Iran di Pulau Larak, yang berada di Selat Hormuz.

Washington mengatakan serangan itu ditujukan terhadap pasukan IRGC yang diduga sedang mempersiapkan peluncuran roket yang dapat digunakan untuk menebar ranjau laut ke jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut sebagai tindakan terbatas dan presisi terhadap pasukan yang dianggap menimbulkan ancaman segera terhadap jalur pelayaran.

Iran kemudian merespons dengan serangan terhadap fasilitas militer AS di kawasan.

IRGC mengatakan pasukannya meluncurkan rudal ke pangkalan King Hussein dan Al-Azraq di Yordania serta mengerahkan drone serang ke Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab.

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya relatif menahan diri dari pertukaran serangan langsung selama sekitar satu bulan. Serangan terhadap Larak dan respons Iran menandai peningkatan kembali ketegangan militer kedua negara.

MQ-9 menjadi sasaran

MQ-9 Reaper merupakan drone jarak jauh yang digunakan militer AS untuk misi pengawasan, pengintaian dan operasi bersenjata.

Jika klaim Iran mengenai dua drone tersebut dikonfirmasi, kehilangan itu akan menjadi perkembangan penting dalam konfrontasi udara di sekitar Selat Hormuz.

Namun, belum terdapat konfirmasi independen bahwa dua MQ-9 AS benar-benar jatuh. Laporan yang tersedia sejauh ini mengenai kedua insiden tersebut terutama bersumber dari pernyataan IRGC dan media Iran.

Reuters dalam laporan mengenai eskalasi terbaru AS-Iran mengonfirmasi bahwa Washington melakukan serangan terhadap peluncur Iran di Larak dan bahwa Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap posisi AS di Yordania. Namun, laporan tersebut tidak memberikan konfirmasi independen mengenai klaim Iran tentang dua MQ-9 yang ditembak jatuh.

Selat Hormuz kembali menjadi titik konflik

Rangkaian insiden tersebut semakin memperlihatkan posisi strategis Selat Hormuz dalam konflik AS-Iran.

Selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman itu merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Gangguan keamanan di kawasan tersebut telah mengurangi lalu lintas kapal dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

Reuters melaporkan bahwa lalu lintas pelayaran melalui kawasan tersebut masih jauh di bawah tingkat sebelum konflik. Ketidakpastian mengenai keamanan Selat Hormuz juga terus menjadi perhatian pasar energi.

Pada Senin, Uni Emirat Arab juga menyatakan telah mencegat sebuah drone Iran di atas perairan teritorialnya. Insiden tersebut menambah rangkaian perkembangan militer di kawasan Teluk setelah pertukaran serangan AS-Iran kembali terjadi.

Dengan demikian, klaim Iran mengenai penembakan dua MQ-9 tidak berdiri sebagai insiden terpisah. Peristiwa tersebut terjadi dalam rangkaian eskalasi yang dimulai dari serangan AS terhadap posisi Iran di Larak, diikuti serangan balasan Iran terhadap fasilitas AS dan perkembangan militer lainnya di sekitar Selat Hormuz.

Untuk saat ini, jumlah drone AS yang benar-benar hilang dan kondisi pesawat yang diklaim ditembak jatuh masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak Amerika Serikat atau sumber independen.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Populer