Connect with us

Internasional

Ghalibaf Balik Serang Bessent: AS Seharusnya Gunakan Uang untuk Rakyatnya

Published

on

Mohammad Bagher Ghalibaf membalas pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent terkait ekonomi Iran dan pengeluaran untuk proksi

TEHERAN — Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membalas pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent yang menuding pemerintah Iran menghamburkan dana untuk kepentingan di luar negeri ketika rakyat Iran tengah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Melalui akun X-nya pada Kamis, 27 Agustus 2026, Ghalibaf membalik tudingan tersebut dengan mempertanyakan kebijakan pengeluaran Amerika Serikat untuk Israel dan jaringan pangkalan militernya di luar negeri.

Instead of funneling billions to its terrorist proxy, Israel, and 750 bases, this failing empire could spend that cash on its own people,” tulis Ghalibaf.

Ia kemudian secara langsung menyasar Bessent dengan mengatakan, “Scotty, man, your credibility is on the line. Do something.

Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf sebagai tanggapan atas unggahan Bessent yang menyoroti kesulitan ekonomi rakyat Iran. Bessent menuding pemerintah Iran terus “menghamburkan sejumlah besar uang di luar negeri” ketika masyarakat kesulitan memperoleh kebutuhan pokok.

Instead of funneling billions of dollars to its terrorist proxies, the regime should spend that money for its people,” tulis Bessent.

Pertukaran pernyataan itu terjadi di tengah meningkatnya tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran. Pada 24 Agustus, Bessent mengumumkan Operation Economic Outcast, sebuah kampanye baru untuk memperketat tekanan finansial terhadap Iran dan memutus jalur ekonomi yang masih menopang negara tersebut. Pemerintah AS juga mengumumkan sanksi terhadap hampir 60 entitas, individu, dan kapal yang dikaitkan dengan pengadaan teknologi nuklir dan rudal, operasi siber, serta perdagangan minyak Iran.

Bessent mengatakan Amerika Serikat akan memperluas penggunaan sanksi sekunder terhadap pihak-pihak yang tetap melakukan aktivitas ekonomi dengan Iran. Langkah tersebut diarahkan untuk semakin mengisolasi ekonomi Iran dari sistem keuangan global.

Tekanan tersebut terjadi ketika kondisi ekonomi Iran memang semakin berat. Nilai rial telah mengalami pelemahan tajam, sementara inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok semakin menekan daya beli masyarakat. Reuters melaporkan bahwa ekonomi Iran berada di bawah tekanan berat akibat sanksi AS dan blokade laut yang membatasi ekspor minyak Iran.

Namun, Teheran menilai tekanan ekonomi tersebut merupakan bagian dari perang ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran. Pemerintah Iran juga berulang kali menolak anggapan bahwa tekanan ekonomi dapat dengan mudah memaksa kepemimpinan negara itu menyerah. Associated Press melaporkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh Washington menggunakan perang ekonomi setelah gagal mencapai tujuannya melalui tekanan militer.

Respons Ghalibaf terhadap Bessent kemudian membawa pertukaran tersebut ke ranah yang lebih luas. Alih-alih membantah bahwa rakyat Iran menghadapi kesulitan ekonomi, Ghalibaf menggunakan logika yang sama dengan yang digunakan Bessent untuk mempertanyakan prioritas pengeluaran Amerika Serikat.

Ghalibaf juga menyertakan artikel The New York Times mengenai tekanan yang dihadapi Bessent dalam mengelola perekonomian AS. Artikel tersebut membahas tantangan Bessent terkait pasar, suku bunga, serta kebijakan ekonomi dan sanksi pemerintah AS.

Pertukaran pernyataan Bessent dan Ghalibaf menunjukkan bahwa selain tekanan ekonomi dan kebijakan sanksi, Washington dan Teheran juga tengah berhadapan dalam perang kata-kata mengenai siapa yang bertanggung jawab atas tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Bagi Washington, persoalan ekonomi Iran digunakan untuk menyoroti kebijakan pemerintah Teheran dalam membiayai aktivitas keamanan dan jaringan regionalnya. Sementara bagi Teheran, kesulitan ekonomi masyarakat ditempatkan dalam konteks tekanan, sanksi, dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.

Dengan demikian, perdebatan Bessent dan Ghalibaf tidak hanya menyangkut ke mana pemerintah masing-masing negara membelanjakan uangnya, tetapi juga mengenai narasi siapa yang akan dipercaya publik dalam menjelaskan penyebab tekanan ekonomi yang dialami masyarakat Iran.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Populer