Internasional
Mojtaba Khamenei Soroti Ekonomi dan Persatuan Iran
TEHERAN — Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei menyoroti persoalan ekonomi, penguatan produksi dalam negeri, serta pentingnya menjaga persatuan dan kohesi sosial dalam pesan yang disampaikan pada 28 Agustus 2026, bertepatan dengan Pekan Pemerintah Iran.
Dalam pesan tersebut, Mojtaba menyampaikan apresiasi kepada Presiden Masoud Pezeshkian dan jajaran pemerintah atas upaya mereka menyediakan kebutuhan pokok dan layanan masyarakat, memperbaiki wilayah yang terdampak kerusakan, serta mengelola kebutuhan energi di tengah tekanan yang dihadapi Iran.
Mojtaba mengatakan persoalan ekonomi dan penghidupan masyarakat, termasuk inflasi, pengangguran, pengelolaan harga, serta kondisi pasar barang dan jasa, harus mendapat perhatian serius pemerintah.
Ia menilai kunci utama untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut adalah memberikan perhatian yang semakin besar terhadap produksi domestik.
Menurut Mojtaba, pemenuhan kebutuhan barang umum maupun khusus tetap diperlukan. Namun, ketika produksi dalam negeri belum mencukupi, impor harus dilakukan secara tepat dan bijaksana. Pada saat yang sama, produksi, impor, dan harga harus dikelola secara terpadu.
Mojtaba juga menyerukan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan investasi, terutama dengan mengarahkan investasi ke sektor-sektor yang diperlukan dan produktif. Ia menekankan pentingnya meningkatkan produksi serta secara bertahap mengurangi peran dolar AS dalam perekonomian Iran.
Dalam pesan itu, Mojtaba kembali menempatkan “Ekonomi Perlawanan” (Economy of Resistance) sebagai salah satu kebijakan utama untuk mendorong perekonomian Iran.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dan inovasi, khususnya yang dikembangkan generasi muda Iran. Menurutnya, meninggalkan prosedur rutin dan memanfaatkan teknologi baru secara tepat dapat membantu Iran mempercepat kemajuan di berbagai bidang, termasuk pertanian, industri, kebudayaan, pendidikan, komunikasi, dan urusan sosial.
Tekankan Persatuan
Selain ekonomi, Mojtaba memberikan perhatian khusus terhadap persatuan dan kohesi sosial.
Ia mengatakan setiap kebijakan di bidang kebudayaan, sosial, politik, keamanan, maupun ekonomi harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kohesi masyarakat.
Mojtaba bahkan menyatakan bahwa tindakan yang merusak kohesi sosial tidak dapat dibenarkan. Ia juga memperingatkan mengenai retorika yang dapat meningkatkan keputusasaan atau melemahkan moral nasional dan publik.
Dalam pesannya, ia menyinggung sejumlah dikotomi yang menurutnya dapat menyesatkan, seperti “perang versus negosiasi”, “konsensus versus radikalisme”, serta “kompromi versus berlarut-larut dalam perang.” Menurutnya, pola semacam itu dapat menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat Iran.
Mojtaba juga meminta agar kelemahan dan kekurangan Iran tidak sekadar ditonjolkan, tetapi dihadapi melalui perencanaan dan tindakan untuk menyelesaikannya. Sebaliknya, ia menilai kekuatan, kemampuan, dan pencapaian positif Iran perlu diperlihatkan kepada masyarakat.
Budaya dan Pendidikan
Mojtaba turut meminta perhatian strategis terhadap kebudayaan, pendidikan, dan pembentukan karakter. Ia menyebut guru, universitas, seminari Islam, dokter, perawat, serta para ibu rumah tangga sebagai bagian penting dalam membangun budaya positif di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangka Pekan Pemerintah Iran, yang menjadi momentum untuk menyoroti kinerja pemerintahan. Mojtaba berharap berbagai kebijakan tersebut dapat membantu mewujudkan Iran yang disebutnya sebagai “lebih kuat dari sebelumnya”.
Pesan itu juga mencerminkan sejumlah isu yang sebelumnya dibahas dalam pertemuan Mojtaba dengan Presiden Pezeshkian, yang mencakup kebutuhan masyarakat, ekonomi, perang, militer, energi, sumber daya, investasi, dan hubungan ekonomi dengan negara lain.


