Connect with us

Opini

AS dan Playbook Lama Destabilisasi Amerika Latin

Published

on

Ilustrasi operasi geopolitik dan pengaruh AS di Amerika Latin

Ada sesuatu yang terasa janggal, bahkan sebelum kita sempat memeriksa fakta secara rinci. Sebuah rekaman bocor beredar, menyebut dugaan operasi politik lintas negara, dan alih-alih terdengar mengejutkan, ia justru terasa familiar. Terlalu familiar. Seperti cerita lama yang diputar ulang dengan kemasan baru. Saya rasa, di titik itu, kegelisahan kita bukan lagi soal benar atau tidaknya laporan, melainkan soal mengapa ia terasa begitu masuk akal.

Laporan tentang Hondurasgate yang dipublikasikan oleh Middle East Eye memuat tuduhan serius: adanya koordinasi lintas aktor untuk mendestabilisasi pemerintahan progresif di Amerika Latin. Nama-nama besar disebut, jaringan media dibicarakan, dan operasi pengaruh digambarkan dengan cukup rinci. Tapi mari kita jernih sejak awal. Laporan ini belum terbukti secara final. Tidak ada verifikasi independen yang benar-benar diterima secara luas. Itu fakta. Namun di saat yang sama, ada fakta lain yang tidak kalah penting: model yang dituduhkan bukan sesuatu yang baru.

Donasi ke Vichara via Saweria

Dukung Vichara dengan berdonasi đź’›

Dan di sinilah posisi tulisan ini berdiri tegas. Bukan untuk menyatakan laporan itu benar, tetapi untuk menegaskan bahwa destabilisasi Amerika Latin oleh AS bukanlah imajinasi liar. Ia adalah pola. Ia adalah sejarah. Ia adalah playbook.

Kita tidak perlu jauh-jauh mencari contoh. Kudeta Chili 1973 sudah cukup untuk menjelaskan bagaimana sebuah pemerintahan yang sah bisa digoyang melalui kombinasi tekanan ekonomi, operasi media, dan dukungan terhadap oposisi domestik. Dokumen yang kemudian dibuka menunjukkan keterlibatan CIA dalam membentuk kondisi menuju krisis. Ini bukan sekadar intervensi. Ini desain.

Dan desain itu tidak berhenti di sana. Operation Condor memperlihatkan bahwa intervensi bahkan bisa menjadi sistem regional, bukan lagi aksi tunggal. Negara-negara bekerja sama. Informasi dibagi. Target ditentukan. Sebuah jaringan dibangun untuk memastikan satu hal: arah politik kawasan tetap terkendali.

Kalau itu bukan playbook, lalu apa?

Masuk ke era sekarang, banyak yang mengira praktik seperti itu sudah ditinggalkan. Bahwa dunia sudah lebih transparan, lebih demokratis, lebih “beradab”. Saya rasa itu optimisme yang agak berlebihan. Yang berubah hanyalah cara, bukan tujuan. Dulu menggunakan senjata, sekarang menggunakan narasi. Dulu menggerakkan militer, sekarang menggerakkan persepsi.

Dan dalam konteks itu, laporan Hondurasgate menjadi terasa masuk akal—bukan karena ia pasti benar, tetapi karena strukturnya sangat mirip dengan pola lama. Ada dugaan tentang operasi media. Ada pembentukan opini publik. Ada koordinasi lintas negara. Ada target yang jelas: pemerintah progresif.

Ini bukan hal baru dalam sejarah destabilisasi Amerika Latin.

Kita semua tahu bagaimana opini publik bisa dibentuk. Sedikit framing, sedikit amplifikasi, sedikit pengulangan—dan tiba-tiba realitas terasa berubah. Pemerintah yang sebelumnya stabil bisa terlihat rapuh. Kebijakan yang kompleks bisa disederhanakan menjadi skandal. Dan dalam dunia yang serba cepat ini, persepsi sering kali lebih kuat daripada fakta.

Di sinilah saya melihat bahaya yang lebih besar. Bukan pada laporan itu sendiri, tetapi pada kemungkinan bahwa praktik seperti ini memang masih berjalan, hanya dengan bentuk yang lebih halus. Lebih sulit dilacak. Lebih mudah disangkal.

Dan ketika sesuatu sulit dibuktikan, ia menjadi sempurna sebagai alat.

Banyak orang mungkin akan berkata, “Tapi ini belum terbukti.” Betul. Dan itu penting. Kita tidak boleh gegabah. Tapi saya juga ingin bertanya: apakah kita harus menunggu bukti sempurna untuk mengakui bahwa pola seperti ini memang pernah dan bisa saja terjadi lagi?

Sejarah tidak bekerja seperti itu.

Sejarah bekerja dengan pola, bukan kejadian tunggal. Ia berulang, dengan variasi. Ia beradaptasi, tapi tidak hilang. Dan dalam konteks Amerika Latin, pola destabilisasi oleh kekuatan eksternal—terutama oleh Amerika Serikat—bukan sekadar kemungkinan. Ia adalah bagian dari memori kolektif kawasan.

Maka ketika muncul laporan seperti ini, reaksi yang paling jujur bukanlah percaya atau menolak secara total. Tetapi mengakui bahwa ini mungkin, karena ia sesuai dengan playbook yang pernah ada.

Saya kira ini penting untuk ditekankan berulang kali: kita tidak sedang mengonfirmasi kasus, kita sedang membaca pola.

Dan pola itu jelas.

Delegitimasi pemerintah. Penguatan oposisi. Tekanan eksternal. Operasi media. Koordinasi lintas aktor. Semua itu pernah terjadi. Semua itu terdokumentasi. Semua itu, kalau kita jujur, masih relevan hari ini.

Yang berubah hanyalah alatnya.

Sekarang kita hidup di era di mana perang tidak lagi harus terlihat seperti perang. Tidak ada tank. Tidak ada deklarasi resmi. Tapi ada kampanye digital. Ada jaringan informasi. Ada narasi yang dibentuk secara sistematis. Dan dampaknya bisa sama besar, bahkan lebih dalam, karena bekerja di level persepsi publik.

Saya jadi teringat bagaimana di Indonesia pun kita pernah melihat betapa mudahnya opini digiring. Isu bisa dibesar-besarkan. Narasi bisa diarahkan. Dan publik, tanpa sadar, ikut dalam arus. Bedanya, di Amerika Latin, permainan ini sering kali melibatkan aktor global dengan kepentingan geopolitik yang jauh lebih besar.

Itulah yang membuat istilah destabilisasi Amerika Latin tidak pernah benar-benar usang.

Ada ironi yang sulit dihindari. Dunia sering berbicara tentang demokrasi, kedaulatan, dan hak menentukan nasib sendiri. Tapi di saat yang sama, praktik-praktik yang merusak prinsip itu tetap berlangsung, hanya dengan cara yang lebih canggih. Lebih rapi. Lebih sulit dibuktikan.

Dan mungkin itulah wajah baru dari playbook lama.

Kita tidak perlu menjadi paranoid. Tapi kita juga tidak boleh menjadi naif. Karena dalam politik global, kekuasaan jarang sekali berhenti hanya karena metode lama dianggap tidak lagi pantas. Ia akan mencari cara baru. Cara yang lebih halus. Cara yang lebih bisa diterima.

Dan sering kali, cara itu bekerja.

Jadi, kembali ke titik awal: apakah laporan Hondurasgate benar? Kita belum tahu. Mungkin akan butuh waktu lama. Mungkin tidak pernah benar-benar jelas. Tapi satu hal yang bisa kita katakan dengan cukup yakin adalah ini: model yang dituduhkan bukan sesuatu yang asing.

Ia adalah bagian dari playbook lama AS dalam destabilisasi Amerika Latin.

Dan justru karena itu, ia tidak bisa diabaikan begitu saja.

Bukan untuk dipercaya mentah-mentah, tetapi untuk dipahami sebagai kemungkinan yang berakar pada sejarah. Sebagai pengingat bahwa dalam dunia yang tampak modern ini, banyak mekanisme lama yang masih bekerja—hanya saja, kini mereka tidak lagi terlihat dengan mudah.

Dan mungkin, di situlah letak kegelisahan terbesar kita.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Populer